Cara membuat pakan ikan lele terapung

cara membuat pelet ikan yang benar dan bisa mengapung.

Mengapa pelet ikan apung ini penting? Pasalnya, pelet ikan apung lebih disenangi oleh ikan, lebih mudah dicerna, dan tentunya tidak akan mencemari habitat ikan.

Habitat yang kotor akan pelet tidak membuat ikan-ikan menjadi nyaman, dan memengaruhi kesehatan mereka. Anda tentunya tidak mau bukan ikan-ikan ternak Anda menjadi sakit bahkan mati karena habitat yang kotor?

Apalagi, habitat ikan yang kotor juga akan merugikan. Pasalnya, Anda harus mengeluarkan biaya dan tenaga lebih untuk membersihkan habitat ikan ternak.

cara membuat pelet ikan

Sayangnya, pelet ikan apung memang cenderung lebih mahal daripada pelet ikan tenggelam. Selain itu, ada banyak rumor yang beredar bahwa pelet ikan apung sulit untuk dibuat sendiri. Untuk itu, terkadang banyak orang yang malas untuk membeli pelet ikan apung apalagi membuatnya.

Namun rumor itu tidak sepenuhnya tepat, karena Anda bisa membuat pelet ikan apung di rumah, lho! Hanya saja, berbeda dengan pelet ikan biasa, cara membuat pelet ikan apung memang lebih detil dan membutuhkan ketelitian. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan saat membuat pelet ikan apung. Apa sajakah itu?
Perhatikan Mutu Bahan Pelet

Ada beberapa kriteria yang dapat menentukan mutu bahan pelet ikan apung. Yang pertama, nilai gizi. Pelet bukanlah sekadar makanan untuk memancing ikan. Pelet haruslah bergizi tinggi karena apa yang dimakan oleh ikan, tentunya memengaruhi kualitas ikan.

Pelet tanpa kandungan gizi maksimal akan membuat ikan menjadi kurus dan sakit-sakitan. Bagi para peternak ikan, hal tersebut tentunya merugikan.

Yang kedua, pelet ikan apung haruslah bebas racun dan bukan makanan pokok manusia. Apa yang aman dimakan oleh manusia, belum tentu aman dimakan oleh ikan.

Untuk itu kita tidak boleh sembarangan menjadikan makanan sebagai pelet ikan apung. Yang ketiga, pelet haruslah memiliki tekstur yang lembut agar mudah dimakan oleh ikan, dan juga mudah untuk diolah dan diperoleh supaya tidak menyulitkan kita.

Yang terakhir dan tak kalah penting, pilihlah bahan-bahan dengan harga terjangkau. Terjangkau bukan berarti murahan. Lakukan riset terlebih dahulu untuk memastikan berapa standar harga untuk bahan-bahan pelet ikan apung. Jangan terbuai dengan harga murah, tetapi jangan pula membeli bahan dengan harga yang terlalu mahal.

Banyak peternak amatir yang meremehkan mutu bahan pembuat pelet ikan apung dan asal-asalan dalam membeli bahan baku. Mereka berpikir bahwa makanan ikan tak perlu dipikirkan kandungan gizinya, karena pada akhirnya ikan-ikan tersebut akan dibersihkan juga setelah dipancing. Ini jelas pemikiran yang salah besar.

cara membuat pelet ikan

Pelet sebagai makanan ikan jelas memengaruhi kualitas ikan, seperti yang telah disinggung di atas. Pelet dengan bahan dasar berkualitas tinggi akan dapat menggemukkan ikan, dan juga meningkatkan gizi ikan-ikan yang bersangkutan.

Ikan dengan gizi tinggi tentunya akan menyehatkan para manusia yang mengonsumsinya. Jadi, siapa bilang pakan untuk hewan tak perlu diperhatikan dengan matang?
Mempersiapkan Bahan-Bahan dengan Cermat

Setelah membeli bahan-bahan bermutu tinggi, yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan dan menakar kuantitas bahan tersebut. Untuk membuat pelet yang dapat mengapung dengan sempurna, Anda tidak bisa mencampur semua bahan dengan takaran seenaknya. Untuk itu, berikut detil bahan-bahan dan takaran yang tepat dalam pembuatan pelet ikan apung yang berkualitas:

    10 gram garam mineral
    80 gram kaldu
    200 gram tepung kedelai
    100 gram tepung darah (tepung hasil limbah pemotongan hewan ternak)
     50 gram vitamin
     350 gram tepung daun turi
     350 gram dedak halus
     100 gram tepung terigu
     120 gram tepung ikan
     150-200 gram tepung tapioka

Mulai Membuat Pelet Ikan Apung

Setelah mempersiapkan bahan-bahan, kini kita bisa mulai untuk menyimak cara membuat pelet ikan apung. Langkah-langkahnya sangat mudah, bahkan bisa langsung dilakukan oleh Anda yang masih awam. Nah, bagaimanakah langkah-langkahnya? Ini dia:
1. Giling Bahan-Bahan Sampai Halus

Langkah ini penting dilakukan apabila bahan-bahan yang Anda beli belum dihaluskan. Namun bila Anda membeli bahan-bahan jadi yang memang sudah dihaluskan, Anda bisa melewati langkah ini.

cara membuat pelet ikan

Bagi Anda yang masih awam dalam proses pembuatan pelet ikan apung, disarankan bagi Anda untuk membeli bahan-bahan yang sudah dihaluskan. Hal ini bertujuan agar Anda tidak terlalu banyak membuang waktu dan tidak melakukan kesalahan saat menghaluskan bahan, yang nantinya akan membuat pelet ikan tidak mengapung sempurna.
2. Tambah Bahan Perekat

Usai mempersiapkan bahan-bahan dengan ukuran yang tepat, Anda tidak bisa serta merta mencampurkan semuanya sekaligus, di waktu yang sama. Untuk menghasilkan pelet ikan yang padat dan pulen, pertama-tama, tambah bahan yang mampu menjadi perekat, seperti tepung tapioka dengan takaran 10%-20% dari total campuran bahan pembuat pelet ikan apung.

Tepung kanji atau tapioka teksturnya akan berubah seperti lem setelah disiram air. Bahan ini harus dimasukkan terlebih dahulu supaya dapat merekatkan bahan-bahan lainnya ketika dicampur nanti.

Apabila Anda tidak memiliki tepung tapioka, Anda juga bisa menggunakan tepung gaplek atau tepung onggok. Keduanya sama-sama terbuat dari singkong dan akan lengket saat disiram dengan air.
3. Tambahkan Sumber Protein

Sumber protein dalam bahan-bahan pembuat pelet ikan apung sudah pasti adalah tepung ikan. Tepung ikan amat kaya akan DHA dan EPA, dan akan meningkatkan kualitas ikan yang Anda pancing. Kadar air rendah dalam proses penggilingan ikan membuat tepung ini memliki asam amino esensial lengkap.

Anda juga bisa mengganti tepung ikan dengan tepung jeroan atau kepala udang. Keduanya sama-sama memiliki kadar protein tinggi dan bermanfaat bagi ikan.

4. Masukkan Bahan-Bahan Pelengkap

Setelah itu, masukkan bahan-bahan pelengkap lainnya dimulai dari dedak, vitamin (disarankan vitamin B kompleks), dan disusul dengan bahan-bahan lain. Masukkan dengan hati-hati, jangan sampai ada yang tumpah dan merusak adonan.

Agar pelet ikan apung lebih sehat dan bergizi, Anda juga bisa menambahkan kalsium karbonat dengan jumlah sekitar 1% – 2 % dari total berat bahan keseluruhan. Namun hal ini sifatnya tentatif, karena bahan-bahan lain pun sudah cukup untuk menunjang gizi ikan.

5. Campur dengan Menggunakan Mesin Ekstruder

Untuk membuat pelet ikan apung yang berkualitas, tak dapat dimungkiri bahwa Anda membutuhkan mesin ekstruder. Apa itu mesin ekstruder? Mesin ekstruder adalah mesin yang dapat mencampur, mencetak, dan mengeringkan pelet ikan, sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk menguleni adonan pelet ikan apung dan mengeringkannya.


Ada beberapa langkah yang harus Anda lewati saat menggunakan mesin ekstruder untuk membuat pelet ikan. Berikut langkah-langkahnya:

    Tahap pencampuran (blending): Dalam tahap ini, semua bahan dipersiapkan masuk ke dalam mesin ekstruder, seperti apa yang sudah dijelaskan di atas.
    Tahap penambahan air: Tahap ini sekilas terlihat mudah, tetapi jangan dianggap remeh. Anda harus menyesuaikan air yang ditambahkan hingga kelembapan adonan menjadi merata dan cukup. Bila air kurang atau terlalu banyak, adonan tidak akan terekstrusi sempurna dan membuat pelet ikan tidak akan bisa mengapung dengan mudah.
    Tahap cetak/ekstrusi: Usai memastikan bahwa adonan telah pulen dan juga cukup lembab, kini Anda akan memasuki tahap cetak alias ekstrusi. Adonan yang dimasukkan ke dalam mesin dicetak menjadi pelet-pelet ikan dengan bentuk dan kandungan yang seragam.
    Tahap pasca-ekstrusi: Usai pelet ikan dicetak, maka pelet-pelet ikan tersebut harus dimasukkan ke dalam pengering yang tersedia pada mesin ekstruder. Proses pengeringan ini sangat berpengaruh terhadap pengapungan pelet ikan. Pelet ikan yang kering akan lebih ringan dan tentunya mudah mengapung.

6. Kemas dengan Baik

Anda bisa menjual kembali pelet-pelet ikan apung yang sudah Anda produksi. Mengingat usaha ternak ikan adalah usaha yang tak pernah mati, maka pelet ikan pun akan selalu diminati. Apalagi pelet ikan apung yang sudah jelas lebih ramah lingkungan dan lebih sehat bagi ikan.

Untuk itu, jangan lupa mengemas pelet ikan apung usai Anda membuatnya. Anda tak perlu membeli kemasan yang mahal. Plastik pun cukup untuk mengemasi pelet ikan apung yang sudah Anda produksi. Meski begitu, pastikan Anda merekatkan plastik pembungkus dengan baik, agar pelet ikan apung menjadi terlihat rapi dan juga tahan lama.



Bagi yang membuat pelet ikan apung untuk konsumsi pribadi (memberi makan ikan-ikan ternak Anda sendiri), proses pengemasan juga penting. Anda tentunya tidak mau pelet ikan apung yang sudah susah payah dibuat, kemudian terbuang karena mudah basi dan tidak tahan lama.

Maka dari itu, pastikan Anda telah mengemas pelet ikan apung yang diproduksi dengan baik. Jangan lupa untuk menyimpannya dalam suhu normal agar tidak mudah rusak.
Manfaat Membuat Pelet Ikan Apung Sendiri

Cara membuat pelet ikan apung memang tak sesulit yang dibayangkan, bukan? Dengan bantuan mesin ekstruder, pelet ikan apung pun dapat dengan mudah diproduksi di rumah Anda.

Masalahnya, masih ada banyak orang yang merasa jengah membuat pelet ikan apung sendiri. Sebagian orang ini menganggap kalau membeli pelet ikan apung yang sudah jadi akan lebih praktis dan tidak melelahkan.



Padahal, dibandingkan membeli pelet ikan apung yang sudah jadi, ada lebih banyak manfaat dari membuat pelet ikan apung sendiri. Apa sajakah manfaatnya? Ini dia:

    Anda bisa mengontrol gizi untuk ikan-ikan ternak.
    Anda tidak akan tertipu dengan kandungan yang berkualitas rendah atau bahkan berbahaya bagi ikan-ikan ternak.
    Anda bisa menjadikan pelet ikan apung ini sebagai bisnis pelet ikan dan memperoleh penghasilan tambahan.
    Anda bisa memproduksi pelet ikan apung sesuai dengan kebutuhan sendiri.

Jelas tidak ada ruginya mempelajari cara membuat pelet ikan apung dan mempraktikkannya di rumah Anda sendiri. Pelet ikan apung buatan sendiri jelas lebih terjamin mutunya dan dapat dikontrol keamanannya. Dengan demikian, ikan ternak Anda pun akan lebih sehat dan lebih berkualitas. Hal ini jelas akan menjadi nilai tambah bagi Anda selaku peternak ikan.

Dari penjelasan di atas sebenarnya saya tetap menyarankan untuk memakai pakan pabrikan.Karna memang dari semua aspek pabrikan sudah melalui standar yang pasti.

Pakan Ikan Lele Apung

Mengapa pelet ikan apung ini penting? Pasalnya, pelet ikan apung lebih disenangi oleh ikan, lebih mudah dicerna, dan tentunya tidak akan mencemari habitat ikan.

Habitat yang kotor akan pelet tidak membuat ikan-ikan menjadi nyaman, dan memengaruhi kesehatan mereka. Anda tentunya tidak mau bukan ikan-ikan ternak Anda menjadi sakit bahkan mati karena habitat yang kotor?

Apalagi, habitat ikan yang kotor juga akan merugikan. Pasalnya, Anda harus mengeluarkan biaya dan tenaga lebih untuk membersihkan habitat ikan ternak.


Sayangnya, pelet ikan apung memang cenderung lebih mahal daripada pelet ikan tenggelam.Dalam hal ini mari kita cermati dalam memilih pakan ikan apung untuk ikan lele anda.Hal ini saya sangat merekomendasi untuk memakai pakan ikan merek Sabas.Faktor pilih ini sangat menetukan keberhasilan anda dalam bisnis budidaya ikan lele tentunya.Keberhasilan budidaya ikan lele tidak terlepas dari manajemen pakan. Hal ini meliputi jenis pakan yang diberikan dan cara pemberian pakan. Berbagai merek pakan yang dijual di pasaran tidak menjamin kualitasnya selalu bagus.Cari lah informasi yang jelas dalam membeli pakan ikan anda.Jika anda ingin mengetahui hasil pakan sabas sendiri ,saya sudah pernah share sebelumnya.Tapi jika anda ingin bisa langsung klik disini

Kamu harus perhatikan Food Ratio Convertion (FCR) pada kemasan pakan. Yang dimaksud FCR yakni perbandingan jumlah pakan dan pertumbuhan daging. FCR pakan yang baik biasanya kurang dari satu. Jadi, makin kecil FCR, maka makin bagus kualitasnya.

Ikan lele merupakan salah satu hewan air pemakan segala atau omnivora. Ia bisa makan apa saja, baik dari tumbuhan maupun daging. Namun, kamu harus perhatikan kandungan gizi pada pakannya. Pakan utama untuk lele biasanya berupa pelet.Saya sarankan untuk memakai pakan terapung Sabas

    Kandungan gizi minimal yang wajib ada dalam pakan utama, yakni minimal 30% protein, 4-16% lemak dan 15-20% karbohidrat. Sisanya adalah mineral dan vitamin. Tidak semua kandungan gizi pada pakan pelet itu sama. Cerdaslah dalam memilih agar tidak terkecoh.Lalu, pakan utama seperti apa yang bisa diberikan? Tentu saja pakan berbentuk pelet. Pelet merupakan pakan yang dibuat oleh pabrik khusus. Komposisi dalam pelet sudah disesuaikan dengan kebutuhan ikan lele tentunya.Sabas sendiri sudah melakukan riset dalam hal ini.Jadi anda tinggal melakukan action managemnet pakan yang seharunya.

Campuran bahan dalam pelet biasanya dari aneka tepung, bungkil kedelai, bungkil kelapa, mineral, dedak, minyak dan macam-macam vitamin lainnya. Semuanya sudah ada takarannya, jadi kamu tidak perlu khawatir.

Pakan Ikan Terapung SBA 181 - 5

Pakan Ikan SBA 181 - 5 adalah pakan yang di ciptakan khusus untuk masa Finisher untuk semua jenis ikan air tawar.Pakan 181-5 ini memiliki kandungan protein yang tak kalah tinggi.Wajar jika harga per karungnya di kategorikan mahal jika di banding dengan pakan kompetitor lain.Ada kualitas tentu ada harga.Hukum nya masih berlaku di mana mana ya guys.. 


 Kandungan protein untuk kode SBA 181-5 adalah 30 % - 33 % dengan bentuk size 5 mili sehingga sangat cocok untuk jenis ikan yang sudah masuk ke Finisher atau bisa di bilang pada saat ikan sudah dewasa dan menjelang panen..Ikan pada dasarnya membutuhkan protein tinggi pada awal atau masa pertumbuhannya.Untuk size sendiri pun termasuk sangat sesuai dengan besarannya.Banyak petani yang memakai pakan 181-5 mengatakan bahwa bentuk atau size ukuran 5 mm milik sabas sudah bisa di katakan imbang dengan pakan kompetittor yang ukuran 3 mm.

Hal ini sudah jelas merupakan keuntungan tambahan buat para petani , dimana jika ukuran pakan semakin kecil maka harga nya juga semakin mahal. Pakan ikan bibit kode 181-5 diberikan kepada ikan dengan bobot berat badan kurang lebih 250 gram.Pakan di berikan sedikit demi sedikit sampai kenyang.Jika bibit kenyang sebaiknya di berhentikan dan jangan sampai over.Untuk pemberian pakan tetap sesuai SOP yaitu 2 % dengan waktu pemberian 5-10 kali.Banyak orang yang memaskai sistem pemberian pakan 3-4 x dalam sehari.Ini memang bisa di pakai.Tetapi menurut penelitian saya selama ini jika pemberian pakan di beri sedikit dengan interval waktu yang lebih sering misalnya 5 sampai 10 kali sesuai dengan biomass bibit tersebut ,angka kehidupannya akan lebih baik dengan pemberikan pakan 3 - 4 kali. 

Secara garis besar Pakan SBA 181 - 5 di cipatakan dengan beberapa manfaat dan tujuan untuk bibit di masa awal pertumbuhan.Adapun manfaatnya adalah sbb : 
Meningkatkan daya tahan tubuh ikan
Mengurangi kematian akibat stress pada saat bibit masuk ke kolam pembesaran 
Mempercepat pertumbuhan 

Itulah beberapa manfaat yang bisa saya sampaikan khusus nya kode pakan sba 181-5.Untuk kode tersebut pada saat ini sudah banyak menyukai karna memang hasilnya sudah terbukti di lapangan selain dari efisiensi cost yang lebih hemat tetapi memang hasilnya juga sangat memuaskan.. Untuk hasilnyya sendiri anda bisa melihat dari postingan lama saya.Kebutuhan akan bahan baku semakin lama semakin meningkat.

Tettapi jika hasil yang di dapat bagus maka cost biaya produksi tetap rendah sehinga masih ada profit.Banyak kompetitor yang harganya jauh lebih murah .Tetapi sabas sendiri mempunya visi dan misi.Jika harga mahal tapi cost biaya produksi bisa murah maka petani masih profit.Jika pakan murah tapi biaya cost produksi tinggi,maka hasilnya adalah rugi. Untuk perbandingan dengan pakan kompetitor anda tinggal bandingkan dengan protein yang sama.Misalnya 781 polos dengan protein 30-33%.Pada umumnya masyarakat atau petani selalu beranggapan bahwa dalama budidya ikan cukup sampai memakai pakan ukuran 3 mm sampai panen atau finisher .Tetapi kenyataanya jika kita bicara teori itu tidak di benarkan.Anda bisa lanjut ke pakan dengna kode 181-5 dengan ukuran 5 mm tentunya.Hal ini merupakan bentuk penyesuain dari mulut ikan tersebut.

Tapi bagi saya itu semua kembali ke petani ,jika memang merasa cost biaya produksi cukup rendah dengan memakai 3 mili ya lanjutkan,tetapi jika merasa masih kurang maksimal maka anda bisa lanjut ke pakan yang lebih besar tentunya.Semoga bermanfaat ya guys,..

Pakan Ikan Terapung SBA 181 - 3

Pakan Ikan SBA 181 - 3 adalah pakan yang di ciptakan khusus untuk masa Starter untuk semua jenis ikan air tawar.Pakan 181-2 ini memiliki kandungan protein yang tak kalah tinggi.Wajar jika harga per karungnya di kategorikan mahal jika di banding dengan pakan kompetitor lain.Ada kualitas tentu ada harga.Hukum nya masih berlaku di mana mana ya guys.. Kandungan protein untuk kode SBA 181-2 adalah 30 % - 33 % dengan bentuk size 3 mili sehingga sangat cocok untuk jenis ikan yang sudah masuk ke Starter..Ikan pada dasarnya membutuhkan protein tinggi pada awal atau masa pertumbuhannya.Untuk size sendiri pun termasuk sangat sesuai dengan besarannya.Banyak petani yang memakai pakan 181-3 mengatakan bahwa bentuk atau size ukuran 3 mm milik sabas sudah bisa di katakan imbang dengan pakan kompetittor yang ukuran 2 mm.Hal ini sudah jelas merupakan keuntungan tambahan buat para petani , dimana jika ukuran pakan semakin kecil maka harga nya juga semakin mahal.
Pakan ikan bibit kode 181-3 diberikan kepada ikan dengan bobot berat badan kurang lebih 50 - 250 gram.Pakan di berikan sedikit demi sedikit sampai kenyang.Jika bibit kenyang sebaiknya di berhentikan dan jangan sampai over.Untuk pemberian pakan tetap sesuai SOP yaitu 2 - 3 % dengan waktu pemberian 5-10 kali.Banyak orang yang memaskai sistem pemberian pakan 3-4 x dalam sehari.Ini memang bisa di pakai.Tetapi menurut penelitian saya selama ini jika pemberian pakan di beri sedikit dengan interval waktu yang lebih sering misalnya 5 sampai 10 kali sesuai dengan biomass bibit tersebut ,angka kehidupannya akan lebih baik dengan pemberikan pakan 3 - 4 kali. Secara garis besar Pakan SBA 181 - 3 di cipatakan dengan beberapa manfaat dan tujuan untuk bibit di masa awal pertumbuhan.Adapun manfaatnya adalah sbb : Meningkatkan daya tahan tubuh ikan Mengurangi kematian akibat stress pada saat bibit masuk ke kolam pembesaran Mempercepat pertumbuhan masa awal tebar benih Itulah beberapa manfaat yang bisa saya sampaikan khusus nya kode pakan sba 181-3.Untuk kode tersebut pada saat ini sudah banyak menyukai karna memang hasilnya sudah terbukti di lapangan selain dari efisiensi cost yang lebih hemat tetapi memang hasilnya juga sangat memuaskan.. Untuk hasinyya sendiri anda bisa melihat dari postingan lama saya.Kebutuhan akan bahan baku semakin lama semakin meningkat.Tettapi jika hasil yang di dapat bagus maka cost biaya produksi tetap rendah sehinga masih ada profit.Banyak kompetitor yang harganya jauh lebih murah .Tetapi sabas sendiri mempunya visi dan misi.Jika harga mahal tapi cost biaya produksi bisa murah maka petani masih profit.Jika pakan murah tapi biaya cost produksi tinggi,maka hasilnya adalah rugi. Untuk perbandingan dengan pakan kompetitor anda tinggal bandingkan dengan protein yang sama.Misalnya 781 polos dengan protein 30-33%.Pada umumnya masyarakat atau petani selalu beranggapan bahwa dalama budidya ikan cukup sampai memakai pakan ukuran 3 mm sampai panen atau finisher .Tetapi kenyataanya jika kita bicara teori itu tidak di benarkan.Tapi bagi saya itu semua kembali ke petani ,jika memang merasa cost biaya produksi cukup rendah dengan memakai 3 mili ya lanjutkan,tetapi jika merasa masih kurang maksimal maka anda bisa lanjut ke pakan yang lebih besar tentunya.Semoga bermanfaat ya guys,..

Pakan Ikan Terapung SBA 181 - 2

 Pakan Ikan SBA 181 - 2 adalah pakan yang di ciptakan khusus untuk masa Starter untuk semua jenis ikan air tawar.Pakan 181-2 ini memiliki kandungan protein yang tak kalah tinggi.Wajar jika harga per karungnya di kategorikan mahal jika di banding dengan pakan kompetitor lain.Ada kualitas tentu ada harga.Hukum nya masih berlaku di mana mana ya guys..

Kandungan protein untuk kode SBA 181-2 adalah 30 % - 33 %  dengan bentuk size 2 mili sehingga sangat cocok untuk jenis ikan yang sudah masuk ke Starter..Ikan pada dasarnya membutuhkan protein tinggi pada awal atau masa pertumbuhannya.Untuk size sendiri pun termasuk sangat sesuai dengan besarannya.Banyak petani yang memakai pakan 181-2 mengatakan bahwa bentuk atau size ukuran 2 mm milik sabas sudah bisa di katakan imbang dengan pakan kompetittor yang ukuran 1 - 1,5 mm.Hal ini sudah jelas merupakan keuntungan tambahan buat para petani , dimana jika ukuran pakan semakin kecil maka harga nya juga semakin mahal.


Pakan ikan bibit kode 181-2 diberikan kepada ikan dengan bobot berat badan kurang lebih 30 - 50 gram.Pakan di berikan sedikit demi sedikit sampai kenyang.Jika bibit kenyang sebaiknya di berhentikan dan jangan sampai over.Untuk pemberian pakan tetap sesuai SOP yaitu 3 - 4 % dengan waktu pemberian 5-10 kali.Banyak orang yang memaskai sistem pemberian pakan 3-4 x dalam sehari.Ini memang bisa di pakai.Tetapi menurut penelitian saya selama ini jika pemberian pakan di beri sedikit dengan interval waktu yang lebih sering misalnya 5 sampai 10 kali sesuai dengan biomass bibit tersebut ,angka kehidupannya akan lebih baik dengan pemberikan pakan 3 - 4 kali.

Secara garis besar Pakan SBA 181 - 2 di cipatakan dengan beberapa manfaat dan tujuan untuk bibit di masa  awal pertumbuhan.Adapun manfaatnya adalah sbb :

    Meningkatkan daya tahan tubuh ikan
    Mengurangi kematian akibat stress pada saat bibit masuk ke kolam pembesaran
    Mempercepat pertumbuhan masa awal tebar benih

Itulah beberapa manfaat yang bisa saya sampaikan khusus nya kode pakan sba 181-2.Untuk kode tersebut pada saat ini sudah banyak menyukai karna memang hasilnya sudah terbukti di lapangan selain dari efisiensi cost yang lebih hemat tetapi memang hasilnya juga sangat memuaskan..



Untuk hasinyya sendiri anda bisa melihat dari postingan lama saya.Kebutuhan akan bahan baku semakin lama semakin meningkat.Tettapi jika hasil yang di dapat bagus maka cost biaya produksi tetap rendah sehinga masih ada profit.Banyak kompetitor yang harganya jauh lebih murah .Tetapi sabas sendiri mempunya visi dan misi.Jika harga mahal tapi cost biaya produksi bisa murah maka petani masih profit.Jika pakan murah tapi biaya cost produksi tinggi,maka hasilnya adalah rugi.

Untuk perbandingan dengan pakan kompetitor anda tinggal bandingkan dengan protein yang sama.Misalnya 781-2 protein 30-33%.Semoga bermanfaat buat kita semua ya...

Pakan Ikan Starter SBA 181 - 1

Pakan Ikan Sabas Starter Kode SBA 181 - 1

Pakan Ikan SBA 181 - 1 adalah pakan yang di ciptakan khusus untuk masa Pre Starter untuk semua jenis ikan air tawar.Pakan 181-1 ini memiliki kandungan protein yang tak kalah tinggi.Wajar jika harga per karungnya di kategorikan mahal jika di banding dengan pakan kompetitor lain.Tetapi Mind set/pemikiran ini adalah salah.Untuk rata rata karung kompetitor adalah karung 10 kg sementara untuk karung SBA 181 - 1 adalah 30 kg ,makanya pandangan ini yang selalu menjadi permasalahan di lapangan.
Kandungan protein untuk kode SBA 181-1 adalah minimal 36%, dengan bentuk size 1 mili sehingga sangat cocok untuk tahap awal bibit masuk ke kolam anda.Bibiti ikan pada dasarnya membutuhkan protein tinggi pada awal atau masa pertumbuhannya.Ibarat anak bayi ,sangat membutuhkan protein yang baik sehingga daya tahan tubuh bisa berkembang dan menjadi lebih dewasa.Hal yang serupa hampir sama pada semua bibit ikan tentunya.

Pakan ikan bibit kode 181-1 diberikan kepada bibit dengan bobot berat badan kurang lebih 1,5 gram.Jika di bawah itu belum bisa memakai pakan 1 mili,pada umunya bisa memakai pakan 0,5 mili.Pakan di berikan sedikit demi sedikit sampai kenyang.Jika bibit kenyang sebaiknya di berhentikan dan jangan sampai over.Untuk pemberian pakan tetap sesuai SOP yaitu 5 - 8 % dengan waktu pemberian 5-10 kali.Banyak orang yang memaskai sistem pemberian pakan 3-4 x dalam sehari.Ini memang bisa di pakai.Tetapi menurut penelitian saya selama ini jika pemberian pakan di beri sedikit dengan interval waktu yang lebih sering misalnya 5 sampai 10 kali sesuai dengan biomass bibit tersebut ,angka kehidupannya akan lebih baik dengan pemberikan pakan 3 - 4 kali.

Secara garis besar Pakan SBA 181 - 1 di cipatakan dengan beberapa manfaat dan tujuan untuk bibit di masa  awal pertumbuhan.Adapun manfaatnya adalah sbb :

  • Meningkatkan daya tahan tubuh ikan pada saat awal pertumbuhan bibit
  • Mengurangi kematian akibat stress pada saat bibit masuk ke kolam pembesaran
  • Mempercepat pertumbuhan masa awal tebar benih
Itulah beberapa manfaat yang bisa saya sampaikan khusus nya kode pakan sba 181-1.Untuk kode tersebut pada saat ini sudah banyak menyukai karna memang hasilnya sudah terbukti di lapangan selain dari efisiensi cost yang lebih hemat tetapi memang hasilnya juga sangat memuaskan.


Cara Pemasaran Ikan Lele Bagi Pemula

Banyak orang melirik bisnis berbudidaya ikan lele pada saat ini.Disamping dalam pemeliharan ikan kita perlu mengetahui cara pemasaran nya juga.Banyak yang bertanya kepada saya pada saat ikan nya sudah besar,malah suruh saya yang jual karna memang saya jualan pakan ikan sabas tapi bukan berarti saya yang beli ikan nya mreka...hahahaha.

Jadi intinya hari ini saya mau share cara pemasaran ikan lele bagi pemula.Langkah Cara Penjualan Ikan Lele untuk Pemula Budidaya Ikan Konsumsi
Nah, bagi sobat pemula yang sudah terlanjur membuka usaha ternak lele jangan kawatir bagaimana cara pemasaran ikan lele yang efektif agar meraih untung sesuai modal awal. Berikut beberapa cara penjualan ikan lele yang dapat dicoba.

1. Menawarkan pada Warung Pecel Lele dekat wilayah anda
Diperuntukkan Anda yang memiliki usaha kecil-kecilan ternak lele, bisa menawarkan pada pengusaha penjaja pecel lele. Hal ini karena seantero nusantara sangat suka dengan menu pecel lele.

Terutama sobat dapat menawarkan kerjasama untung bagi dengan membuka lahan yang sesuai permintaan lapangan. Sehingga tercipata kesinambungan untuk selalu order.

2. Menawarkan diri Sebagai Suplayer
Banyak sekali pedagang di pasar, maka kesempatan sobat masih terbuka lebar untuk menawari mereka lele, namun harus dengan siasat dapat mengalahkan langganan lama mereka.

Salah satunya Anda dapat bagian permintaan pasar walaupun dengan harga yang lebih rendah.

Tidak hanya pedagang kaki lima saja, kaum wanita khususnya ibu rumah tangga juga menjadikan ikan lele sebagai lauk yang memiliki harga ekonomis murahnya.

Maka tak heran jika berapa jumlah lele yang beredar di pasar pasti akan terjual habis.

3. Menemukan Produsen Makanan Berbahan Lele
Sudah tidak dipungkiri lagi jika sekarang ini semakin maraknya pembuatan bahan makanan yang terbuat dari lele. Mulai dari kerupuk kulit lele, abon lele, siomay lele, dendeng lele, hingga nugget lele.

Nah, kesempatan emas bagi sobat pemula budidaya lele untuk menawarkan kerjasama memberikan fasilitas memenuhi kebutuhan pelaku produsen tersebut.

Jika cara penjualan ikan lele ini berhasil, maka langkah kedepannya akan terasa ringan. Usahapun semakin melebar dengan hasil yang maksimal.

4. Mencari Pengepul yang Dapat Dipercaya
Salah satu cara penjualan ikan lele yang sangat efektif dan menguntungkan serta menyimpan tenaga adalah berkenalan dengan pengepul.

Lakukan jalinan kerjasama dengan pengepul, maka selanjutnya usaha Anda akan didatangi sendiri oleh meraka yang membutuhkan ikan lele. Dengan begitu bentuk dan ukuran kolam sobat akan semakin melebar.

5. Membuka Usaha Sendiri
Kondisi seperti ini dialami bagi pengusaha budidaya lele dengan berat lele melebihi batas maksimal. Jika sudah di atas 130 gram, biasanya cara penjualan ikan lele akan terasa sulit.

Untuk itu, jalan alternatifnya Anda dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dengan mengolah aneka makanan yang berbahan dari lele. Misalnya, kerupuk lele, nugget lele, abon lele dan lainnya.

Bisa juga ditawarkan pada orang yang suka mengoleksi ikan hias, agar lele tersebut dijadikan hiasan kolam taman meraka. Banyak juga lho yang sudah mengoleksi ikan predator atau ikan besar.

6. Bekerjasama dengan Restoran Terkenal
Memang sih restoran termasuk usaha yang sudah terlihat elit. Namun demi menjalankan cara penjualan ikan lele tidak ada salahnya untuk dicoba dengan menawarkan apa yang mereka butuhkan.

Hal ini banyak sekali restoran yng sudah menyediakan aneka olahan dari ikan lele ini. Akan tetapi, biasanya mereka akan meminta banyak tuntutan mulai dari ukuran dan kualitas. Jika cocok, maka Anda akan menerima laba yang banyak.

7. Menjalin Kerjasama dengan Pemiliki Supermarket
Cara penjualan ikan lele yang terakhir ini tentunya tidak jauh beda dari daftar di atas. Salah satu ikan konsumsi yang pasarnya tidak terbatas adalah ikan lele ini.

Mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga menengah ke atas tidak ada yang nolak dengan menu sederhana dari lele. Walaupun supermarket kelihatan mewah, namun menu lele tersedia juga disana.

Mungkin syarat permintaan mereka lebih banyak dan ketat lagi. Namun, disinilah Anda akan menerima bayaran yang melebihi standar pemeliharaan sesuai modal awal hingga akhir.Sebenarnya jika anda mengikuti sop dalam pemeliharan budidaya ikan lele harusnya tidak sulit untuk melakukan hal di atas.Salah satu SOP nya yakni pemberikan pakan pabrikan 100 % ke ikan lele anda.Kenapa saya katakan demikian? Karna memang Pakan Pabrika sudah mempunyai standar baku untuk ikan komsumsi lele tersebut sehingga aman bagi manusia yang mengkomsusi ikan lele yang murni memakai pakan pabrikan tsb.

Banyak petani yang memakai makanan yang tidak layak di komsumsi oleh lele yang akibatnya bisa membuat kita sakit.Jadi saya sangat menyarankan untuk petani supaya tetap memakai pakan pabrikan ya...ini demi kemajuan anda juga sebagai petani lele tentunya.semoga informasi ini bisa bermanfaat ya teman teman...

Penyebab Radang Insang Pada Lele

Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan gabus dan belut.Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak banyak diserang hama.











Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. Jenis hama/penyakit :

1. Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron. 
Gejala: lele yang terkena bakteri ini: warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.

 Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik. Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur viterna yang diberikan 1 kapsul amne atau cara konvensional dengan Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.

2. Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum
Gejalanya : tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak ( karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip. Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam. Pengobatan: dengan viterna 1 botol dikasih 1 kapsul amne dan dijadikan suplemen pakan, 1 tutup untuk 2 sd 5 kg pakan. atau cara konvensional dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.

3. Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.

Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit. pakan dikasih viterna yang diberikan 1 kapsul amne dalam 1 botolnya…dijadikan suplemen pakan harian.

4. Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis) Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.
Gejala:
(1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air
(2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang
(3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
Pengendalian : air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.
Pengobatan : dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari. pakan dengan campuran viterna yang dikasih amne 1 kapsul per botol vtn. dikasihkan dengan dosis anjuran.

5. Penyakit cacing Trematoda Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus.

Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.
Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.
Pengendalian :
(1) direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit
(2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam
(3) menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit
(4) memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit
(5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit. pakan dengan viterna sama dengan perlakuan di atas.

6. Parasit Hirudinae Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.
Gejala : pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah. Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm. Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :
1. Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti dengan yang suhunya lebih dingin.
2. Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.
3. Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.
4. Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.
5. pakan dicampur viterna yg sudah diberikan amne 1 kapsul per botolnya.

PENANGGULANGAN PENYAKIT LELE
Bermacam penyakit lele sering kali membuat pusing para pengusaha budidaya lele, baik yang berkecimpung di segmen pembenihan maupun pada segmen pembesaran, bahkan tidak jarang penyakit yang menyerang lele berujung pada kematian sehingga mengakibatkan kerugian besar bagi para pengusaha ternak lele, penyakit lele bisa diakibatkan dari bermacam faktor, baik karena faktor alam maupun dari kesalahan tata cara pembudidayaan.
Banyak cara yang bisa dilakukan dalam hal penggulangan penyakit lele, diantaranya dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di alam atau disekitar lingkungan kita, selain lebih murah dan mudah didapat, pengobatan penyakit lele dengan bahan-bahan alami relatif lebih aman, baik untuk lele maupun untuk lingkungan sekitar.
Contoh penanggulangan penyakit lele dengan bahan alami yang sudah dilakukan oleh beberapa pembudidaya ikan lele :
1.    Radang usus, penyakit lele ini biasanya menunjukkan gejala lele akan terlihat berdiri tegak dan bagian kumisnya menyembul di permukaan air, beberapa pembudidaya menyebutnya seperti tiang listrik, jika ikan lele rekan-rekan pembudidaya mengalami penyakit lele seperti ini, penanggulangannya bisa dengan cara menggunakan buah mengkudu yang sudah masak/mateng, caranya mudah, ambil buah mengkudu yang sudah masak lalu masukkan pada kolam lele yang sakit, untuk ukurannya disesuaikan saja dengan besaran kolam, misalnya untuk kolam ukuran 2×4 cukup dengan 1 atau 2 buah mengkudu.
2.    Radang Insang, penyakit lele seperti ini biasanya menunjukkan ciri insang lele yang memerah. Penanggulangan penyakit lele seperti ini bisa dengan cara menggunakkan daun sirih dan daun pepaya. Caranya, ambil 10 lembar daun sirih dan 10 lembar daun pepaya segar, lalu rebus dengan 1 liter air (1gayung) biarkan mendidih sampai  air sat/susut menjadi tinggal 1 gelas. Setelah itu larutkan hasil rebusan air yang 1 gelas tadi dengan 10 gelas air bersih, hasil campuran inilah yang bisa digunakan, tebarkan larutan ini secukupnya pada permukaan air kolam yang terkena penyakit, dosis harus disesuaikan dengan luas kolam.
3.    Asam lambung, lele yang terkena penyakit ini biasanya akan terlihat kembung karena berisi gas/angin dan cairan, untuk penyakit ini penanggulangannya bisa dengan cara seperti penanggulangan pada penyakit radang insang.
4.      Penyakit  jamur/radang kulit, biasanya pada kulit lele akan terlihat bercak-bercak putih, atau jika yang sudah parah kulitnya seperti terkelupas, untuk penyakit lele  jenis ini, penanggulangannya bisa dengan ramuan seperti pada penanggulangan pada penyakit radang insang (no.2) hanya saja agar khasiat ramuan lebih efektif, sebaiknya ikan lele yang sakit direndam dalam baskom yang telah diisi dengan ramuan tersebut. jika jumlah ikan lele yang  sakit banyak, penanggulangan penyakit lele bisa dengan cara seperti di bawah ini :
  a. Kuras air kolam 50%
  b. Siapkan baskom/wadah yang bisa menampung jumlah ikan yang akan diobati, isi dengan ramuan  daun pepaya dan daun sirih (yang telah dicampur dengan air bersih 10:1)
  c. Masukan ikan lele  kedalam baskom/wadah, waktunya disesuaikan saja, jangan terlalu lama, jika ikan lele terlihat sudah megap-megap, berarti sudah cukup.
  d. Kembalikan ikan lele ke dalam kolam, tambahkan air kolam seperti volume awal, sebaiknya gunakan air yang berkualitas baik (Sudah dikompos atau air yang sudah melalui proses persiapan untuk air kolam).
  e. Untuk membantu proses penyembuhan, boleh menebar cairan ramuan tersebut ke dalam kolam (cara no.2), ditambah dengan memasukan buah mengkudu yang sudah masak/mateng (cara no.1) Ini hanyalah beberapa contoh cara penanggulangan penyakit lele dengan menggunakan bahan-bahan alami yang telah dilakukan oleh beberapa pembudidaya,

Semua hasil riset di atas adalah murni hasil riset di lapangan bersama team sabas aquafeed.Semoga bisa bermanfaat ya teman teman...

Cara Mengatasi Lele Kembung Dan Menggantung


Penyakit lele Kembung/perut buncit terjadi sebab lele kekenyangan tetapi karna aktivitas bakteri yang berada dalam perut ikan lele. Banyak kumpulan obat-obatan lele yang pernah saya pakai namun hasilnya sama lele mati perut buncit tetap tidak berubah dan saya juga pernah memakai obat bibit lele menggantung dan hasilnya pun masih belum berubah yaitu lele mati untuk itu kita harus paham penyakit lele kembung agar tidak salah aplikasi.

 
Lele yang menderita perut kembumg biasa akan mengambang dipermukaan,lele yang demikian berbeda dengan lele yang mengambang,berdiri,hormat.Lele yang ini malas bergerak dan bila bergerak,gerakanya pun sangat lambat dan juga tidak mau makan.Inti nya jika sudah seperti ini maka pakan nya harus segera di kurangi dan air harus cepat di ganti,.

Kondisi seperti ini bila kita tidak waspada atau bahkan anda biarkan maka bibit lele anda akan mati walaupun dengan jangka waktu yang lama.Penyebab dari kondisi seperti ini dikarnakan bibit ikan lele anda daya tahanya menurun dan bersamaan dengan datangnya penyakit dan setelah daya tahan menurun yang semula bakteri yang berada dalam tubuh ikan tersebut positif menjadi bakteri negatif yang membahayakan dan bisa mengakibatkan perut kembung pada ikan lele anda.

Penyebab Turunnya  Daya Tahan Pada Ikan Lele
  •   Kondisi air yang kotor,
  •   Pemberian  pakan yang berlebihan
  •   Lele stress
  •   PH air pada kolam tidak seimbang


Untuk penyembuhan penyakit kembung pada lele sebenarnya tidak terlalu susah, intinya adalah mengembalikan ketahanan tubuh lele tersebut.
Langkah-langkah yang harus dilakukan saat lele budidaya anda terserang kembung adalah:
  •     Pisahkan lele yang kembung pada kolam yang terpisah dengan lele sehat,
  •     Alirkan air secara terus menerus sampai volume 80%
  •     Tambahkan 1 sendok teh garam per 1 galon air kolam,
  •     Berikan  pakan lele sedikit saja
  •     Berikan antibiotik pada kolam lele.

Perlakuan di atas dapat diterapkan pada lele kecil maupun lele besar. Sebenarnya langkah yang lebih baik dilakukan adalah dengan mencegah sebelum penyakit tersebut muncul. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Tips Pencegahan
  •     Usahakan air kolam dalam kondisi baik,
  •     Kolam dapat diganti airnya secara berkala
  •     Berilah pupuk organik
  •     Berikan pakan yang berkualitas, memiliki nilai gizi yang lengkap
  •     Jangan terlalu berlebihan pada waktu pemberian pakan
  •     Aplikasi Gula tetes atau Molases sangat membantu dalam menjaga kondisi air kolam 
Semoga bisa bermanfaat buat teman teman semua.Sekali lagi jaga lah kondisi air kolam anda,karna hal yang paling utama dalam budidaya ikan adalah media air dalam pemeliharaan.

Hal Hal yang perlu di perhatikan dalam budidaya ikan lele



Budidaya ikan lele telah mendapatkan popularitas di Indonesia sebagai metode yang menguntungkan untuk menghasilkan makanan di air tawar. Mulailah peternakan ikan waralaba Anda sendiri, apakah Anda ingin memulai usaha kecil dan membesarkan ikan di kolam rumah Anda, atau di dalam ruangan dalam wadah( bioflocok), atau menjadi besar dengan kolam komersial.


Selama beberapa dekade terakhir, permintaan ikan lele komsumsi telah meningkat di seluruh dunia dan itu terus meningkat. Ini karena urbanisasi yang cepat di seluruh dunia. Karena standar hidup manusia meningkat, mereka cenderung membeli lebih banyak ikan air tawar terutama ikan lele untuk di komsumsi tentunya.

Banyak ahli percaya bahwa permintaan akan IKAN AIR TAWAR akan semakin meningkat. Akuakultur bisa menjadi metode yang menguntungkan untuk menghasilkan lebih banyak profit untuk para petani indonesia terutama.

Untung dari budidaya ikan lele

Ikan lele adalah ikan air hangat dan dapat tumbuh di kolam alami, tangki , budidaya ikan air tawar, dan di kolam halaman belakang rumah untuk mendapatkan keuntungan. Mereka mencapai ukuran yang dapat dipasarkan 7 ekor hingga 10 ekor dalam waktu yang sangat singkat.

Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara membuat kolam ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:
a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.

Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.

Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.

Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.
b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.

Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.

Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.
c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.

Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.

Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.

Panduan budidaya ikan lele
Pemilihan benih ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya.
Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo.

Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.
a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.

Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.
b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.

Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.

    Menentukan kapasitas kolam

    Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.

    Catatan: kolam tanah kapasitas lebih sedikit dari kolam tembok.

Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.Disini saya merekomendasikan pakan PT.Sabas indonesia yang memang sudah terbukti untuk Nilai FCR nya di lapangan.

Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.
a. Pemberian pakan utama

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.

Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.

Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.

Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.

Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.
b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.

Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.

Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.
Pengelolaan air

Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.

Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.

Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.
Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.

Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.

Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.
Panen budidaya ikan lele

Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.

Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.Semoga bermanfaat,..

Pakan Ikan Air Tawar Alami

Apakah jenis pakan alami yang disukai oleh ikan air tawar? Sebagai makhluk hidup, ikan membutuhkan pakan untuk dapat tumbuh dan berkembang biak. Di habitat alaminya, ikan biasa mengonsumsi plankton. Maraknya pemeliharaan ikan yang dilakukan oleh manusia melahirkan pakan buatan untuk ikan yang disebut pelet.

Plankton pada dasarnya merupakan organisme berukuran mikro yang hidup di air. Karena ukurannya sangat kecil, plankton tidak mempunyai kemampuan untuk berenang dan melawan arah arus. Para peternak bisa menggunakan plankton sebagai makanan utama untuk ikan-ikan peliharaannya supaya anggaran produksi bisa dihemat. Plankton juga mudah didapat dan bisa dibudidayakan dengan cukup mudah.

Berdasarkan wujudnya, plankton dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu phytoplankton dan zooplankton. Phytoplankton bisa disebut sebagai tumbuhan yang berukuran sangat kecil. Ia juga mempunyai kemampuan untuk melakukan fotosintesis. Sedangkan zooplankton merupakan binatang yang berukuran sangat kecil. Perlu diketahui, plankton biasanya berukuran sekitar 2 – 200 µm, di mana 1 µm sama dengan 0,001 mm.

Sebagian besar ikan sangat menyukai zooplankton. Tetapi hanya sedikit ikan yang mau mengonsumsi phytoplankton. Beberapa jenis zooplankton yang bisa Anda gunakan sebagai pakan ikan-ikan peliharaan, antara lain :


A.Infusoria

Infusoria merupakan sejenis protozoa yang biasa hidup di permukaan air. Anda bisa menemukan plankton yang satu ini di lingkungan perairan yang tergenang dan tidak mempunyai arus seperti kolam, sawah, dan rawa-rawa. Infusoria cocok sekali dijadikan sebagai makanan utama untuk ikan-ikan yang masih burayak. Ukurannya yang sangat lembut membuat burayak ikan tidak kesulitan untuk mencernanya.

B.Rotifera

Rotifera masih tergolong di keluarga udang-udangan. Ukurannya sendiri kecil sekali berkisar antara 50-300 mikron. Rotifera mempunyai korona bulat serta berambut getar. Jenis rotifera yang banyak dijumpai di wilayah perairan di Indonesia adalah Brachionus. Ikan-ikan sangat suka memakan rotifera karena mempunyai aroma yang kuat.

C.Moina

Moina biasa disebut pula sebagai kutu air. Bentuknya agak bulat, berdiameter sekitar 0,9-1,8 mm, dan berwarna kemerah-merahan. Tempat tinggal yang paling disukai oleh moina yaitu perairan yang tercemar oleh bahan organik seperti kolam dan rawa-rawa. Kadang-kadang ia juga terlihat di perairan yang banyak terdapat kayu busuk atau kotoran hewan yang tenggelam. Moina mempunyai gizi yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan ikan.

D.Daphnia

Daphnia memiliki tubuh yang berbentuk bulat memanjang, agak pipih, dan beruas-ruas. Ia mempunyai moncong yang bulat di bagian bawah kepalanya. Berbeda dengan moina, daphnia lebih senang hidup di perairan yang cukup bersih. Itulah kenapa, daphnia bisa dijadikan sebagai pakan yang menyehatkan bagi ikan peliharaan Anda.

E.Cacing Sutera

Cacing sutera biasa disebut juga dengan istilah tublifex atau cacing rambut. Ukuran cacing ini sangat kecil, tekstur permukaannya halus, dan berwarna kemerah-merahan. Rata-rata panjang tubuh cacing sutera berkisar antara 1-3 cm. Biasanya cacing sutera hidup secara koloni di perairan yang jernih, tetapi banyak mengandung unsur organik. Perlu diketahui, cacing sutera mengandung protein sebanyak 57% dan lemak sebanyak 13%.

F.Jentik Nyamuk

Jentik nyamuk merupakan larva nyamuk. Biasanya nyamuk akan meninggalkan telur-telurnya di selokan, comberan, parit, rawa-rawa, dan sebagainya. Selang beberapa hari kemudian, telur tersebut akan menetas dan berubah menjadi larva. Di dalam jentik nyamuk, terkandung unsur protein yang terbilang cukup tinggi. Jentik nyamuk juga merupakan pakan yang aman bagi ikan.

Dari banyak pakan alami di atas memang sangat membantu kita dalam budidaya ikan air tawar tentunya.Akan tetapi jika kita pelihara dalam jumlah yang besar maka ini semua akan menjadi kendala.Sebagai alternatif yang baik tentu kita harus menggunakan pakan pabrikan tentunya.Disini saya merekomendasi Pakan Ikan Sabas dalam segala usaha budidaya ikan air tawar tentunya...

Pakan Ikan Air Tawar Terbaik




Pakan Ikan Air Tawar Terbaik
Pakan ikan air tawar terbaik bukan lah menjadi patokan dalam budidaya ikan air tawar.Pakan Ikan di golongkan kedalam 2 jenis yaitu Pakan buatan dan Pakan alami.

1.Pakan buatan
Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dan disesuaikan dengan jenis ikan baik itu ukuran, kebutuhan protein dan kebiasaan ikan. Pakan buatan ini biasanya dinamakan pellet.Panjang dan sulit untuk membuat pakan buatan di karnakan dalam pembuatan formula sangat sulit.Sementara pakan untuk ikan buatan ini ada 2 macam yang beredar di pasaran
Pelet untuk ikan terbagi kedalam 2 jenis yaitu :

    Pelet terapung
    Pelet tenggelam


Pakan buatan biasanya di produksi secara besar-besaran di pabrik pengolahan pellet dimana pada pembuatan pellet ini di produksi oleh para ahli dibidangnya. Namun pada dasarnya cara atau teknik pembuatan pekan ikan ini  sangat sederhana.
Dibawah ini sekilas tatacara dan teknik pembuatan pakan:
a.Bahan Pakan Hewani

    Tepung ikan
    Tepung cumi
    Tepung rebon
    Tepung kepala udang
    Tepung keong
    Tepung daging
    Tepung darah
    Tepung ragi

b.Bahan Pakan Nabati

    Kacang kacangan
    Jagung
    Rumput laut

c.Syarat pakan

    Nutrien lengkap dan seimbang
    Ukuran sesuai dengan mulut ikan
    Tidak mudah hancur dalam air
    Disukai ikan dan kecernaan tinggi
    Berpengaruh terhadap pertumbuhan

d.Sumber lemak

    Minyak jagung
    Minyak ikan
    Minyak kelapa
    Minyak sawit
    Minyak biji kapas
    Minyak kedelai

e.Sumber karbohidrat

    Tepung jagung
    Tepung dedak
    Rumput laut
    Sagu

f.Bahan perekat

    Agar
    Bentonites
    Karaginan
    Gelatin
    Asam alganik

g.Penghambat jamur

    Asam sitrat
    Sodium
    Kalsium

Melihat hal diatas untuk bahan baku pembuat pakan dapat di permudah pengertian nya menjadi

    Sumber protein
    Sumber karbohidrat
    Vitamin dan mineral
    Omega 6
Tetapi dalam jaman sekarang teknologi sudah semakin maju.Pakan Ikan sabas sendiri sudah mengunakan teknologi lebih baik dari pada bahan pakan yang di sebutkan di atas.Semua demi menjaga mutu dan kualitas pakan terapuk sabas sendiri.Demi meningkat kan hasil panen yang lebih baik dari sebelumnya ,team sabas selalu melakukan yang namanya riset.Riset yang hasilnya positif akan di terapkan di lapangan sehingga para petani bisa lebih mendapatkan profit khususnya dengan menggunakan pakan ikan sabas.

Apakah anda masih ragu mencoba Pakan Ikan sabas sendiri???
Banyak bukti di lapangan yang bicara...
Ayo semua silahkan di bandingkan untuk anda yang ingin hasil lebih baik tentunya...

Kolam Terpal Lele

Kolam terpal adalah media budidaya lele yang memiliki banyak kelebihan diantara kolam kotak, kolam beton dan lainnnya. Ketika Anda membuka artikel ini pastinya Anda mau panen ikan lele tiap bulan bukan? Simak ulasan dan cara caranya yang akan saya bahas dalam artikel ini. 

 Usaha ternak lele merupakan salah satu pintu rezeki yang menguntungkan bagi para pembudidayanya. Salah satunya ialah bagi para pemula yang ingin lebih hemat dalam mengeluarkan modal usaha. Sebaiknya Anda menggunakan budidaya sistem bioflok untuk mendatangkan keuntungan yang lebih besar. panen ikan lele sangkuriang Cara Pembuatan Kolam Terpal Karet Setidaknya ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mempersiapkan lahan budidaya lele pada media terpal ialah sebagai berikut: 

 A.Carilah Lahan Kosong Anda bisa mencari lahan kosong di berbagai tempat yang dipunyai sebagai lahan tempat ternak ikan lele. Lahan yang bisa Anda pilih ialah di pekarangan rumah, di belakang rumah, atau pun dimana pun asalkan tempat kosong. Setelah mendapatkan lahan kosong, pastikan permukaannya datar sehingga tidak membuat kolam nantinya menjadi tertumpah airnya. Lahan yang belum datar sebaiknya dihaluskan terlebih dahulu sehingga memudahkan Anda dalam memasang kolam.

 B.Pasang Rangkaian Kolam Terpal dan Rangka Anda bisa memasang rangkaian kolam terpal di lahan yang sudah dibuat datar dan dibersihkan. Pastikan Anda memasang rangkaian secara benar sehingga kolam yang dibuat tidak mudah rusak dan bocor. Pastikan Anda membuat rangkaian kolam yang kokoh atau bisa beli yang sudah siap pakai di berbagai penyedia kolam terpal. kolam terpal dan rangka 

 C.Pilih Kolam Terpal yang Berkualitas Salah satu upaya dalam sukses usaha ternak ikan lele atau nila ialah persiapan kolam. Berdasarkan analisa modal yang efisien, sebaiknya Anda pilih kolam terpal karet yang berkualitas dan berbahan kuat. Terpal yang dipilih sebaiknya tidak mudah bocor dan kuat untuk dijadikan ternak selama beberapa tahun. Anda bisa membeli kolam terpal yang berkualitas dari produsen atau distributor penyedia alat ternak lele bioflok yang sudah kredibel dan memiliki banyak mitra. 

Mitra ialah salah satu referensi paling oke yang sangat bisa dijadikan acuan agar Anda mantap memilih satu produsen kolam terpal. Budidaya Lele Sistem Bioflok Apakah Anda mau panen ikan lele sangkuriang tiap bulan? Tentunya Anda jangan ragu untuk mempraktekkan berbagai cara jitu sebagai berikut ini:

 1.Pakai Sistem Bioflok Anda bisa menggunakan sistem bioflok dalam budidaya ikan. Pengertian bioflok ialah dimana ternak ikan lele menggunakan pakan dari perkembangan kotoran dan pemicu tumbuhnya mikroorganisme. 

 2.Perhatikan Pemberian Pakan Pemberian pakan harus sesuai dengan jadwal yang baik. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan dengan jadwal yang jelas. Tapi pastikan Anda tidak memberi pakan dengan kondisi yang terlalu pagi karena tentunya akan banyak lele yang tidak merasa lapar, akibatnya lele akan kurang nafsu makan.

 3.Penambahan Kolam Terpal Sebagai pemula, mungkin Anda bisa mencoba satu kolam terlebih dahulu. Kalau sudah bisa dan memiliki pengalaman, sebaiknya Anda menambah kolam terpal lagi untuk memperbesar kapasitas Anda sebagai pembudidaya lele. Penambahan kolam dilakukan guna untuk menambah keuntungan. Panen ikan bisa dilakukan setiap dua bulan sekali, maka Anda pun bisa melakukannya dengan penuh kesungguhan.

 Misalnya saja Anda mempersiapkan pembenihan ikan lele di bulan ini, selang dua bulan maka Anda menambah kolam dan lakukan pembenihan ikan lele lagi. Dari sini Anda bisa melakukan panen setiap 2 bulan sekali.Saran saya sebelum anda memulai bisnis di ikan lele ini lebih baik anda mempelajari lingkungan sekitar anda.Artinya anda harus mengetahui pada saat ikan sudah ukuran panen anda harus siap memiliki agen yang bersedia menampung ikan anda.Sering kejadian pada saat panen tidak tau mau jual kepada agen siaapa.

Jika ingin hasil yang maksimal anda lebih baik create/ciptakan passar sendiri...artinya anda bisa menjual ikan anda sendiri dan tentu harga serta margin yang anda peroleh akan lebih tinggi jika di bandingkan agen yang menapung ikan anda.. Demikian artikel ini saya buat,semoga bermanfaat bagi kita semua...

Rekening PT.Sabas Indonesia


DAFTAR NO REKENING PT. SABAS INDONESIA IDR


1. PT. SABAS INDONESIA
AC. 105-00 - 1050860 - 8
BANK MANDIRI
CAB. IMAM BONJOL
MEDAN

2. PT. SABAS INDONESIA
AC. 225-916 - 585 
BANK BNI
CAB. USU
MEDAN

3. PT. SABAS INDONESIA
AC. 819-507-3143 
BANK BCA
CAB. KIM
MEDAN

4. PT. SABAS INDONESIA
AC. 008 - 158933 - 068 
BANK HSBC
MEDAN

5. PT. SABAS INDONESIA
AC. 770 - 432 - 2226 
BANK DANAMON
CAB. DIPONEGORO
MEDAN

6. PT. SABAS INDONESIA
AC. 0053 - 01 -003474 - 30 - 8
BANK BRI
CAB.PUTRI HIJAU
MEDAN

Tutorial Menghitung FCR Budidaya Ikan Lele

FCR adalah kepanjangan dari Feed Conversion Ratio, Suatu ukuran yang menyatakan rasio jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg daging. FCR digunakan untuk mengetahui kualitas pakan yang diberikan terhadap pertumbuhan ikan.Masih Banyak petani yang tidak mengetahui cara hitung FCR yang baik dan benar.Maka dari itu team dari Sabas Indonesia membagikan sedikit informasi yang mungkin bisa berguna buat para petani tentunya.

Nilai FCR sangat penting karena:
FCR pada umumnya dijadikan sebagai salah satu tolak ukur  keberhasilan baik secara teknis (pemberian jumlah pakan yang sesuai TIDAK BOROS dan TIDAK KURANG TAKARANNYA

Salah satu masalah terbesar ternak lele adalah BENGKAK dan BESARnya BIAYA PAKAN, Perhitungan FCR yang tepat dapat menghindari KEBANGKRUTAN ternak lele Anda dan FCR yang tepat menjadi salah satu solusi masalah terbesar ternak lele secara finansial.Menghitung FCR tidaklah sulit, Anda dapat mengikuti hitungan contoh ternak lele Pak Untung di bawah ini

Membedakan perhitungan FCR untuk keseluruhan ternak dan FCR sesuai besaran panen menjadi penting agar tahu apa yang harus di perbaiki di awal pemeliharaan selanjutnya.Cara menghitung FCR sangatlah mudah, Anda bisa mengikuti contoh perhitungan di bawah ini...


Contoh cara menghitung FCR Keseluruhan dan FCR Kelompok

Asumsi, Pak Untung membeli benih lele sebanyak 40.000 ekor dengan ukuran 7 - 8 cm. Saat di timbang, berat rata-rata benih ikan adalah 3 gram per ekor. Dan di pelihara selama 2 bulan,
Pak Untung menghabiskan pakan sebanyak 3.200 kg. Ketika panen, Pak Untung mendapatkan lele dengan berat total 3.600 kg

dan Pak Untung mengelompokan hasil panen lelenya menjadi tiga kelompok, yaitu
1.  Lele ukuran kecil : Ada 15%  atau sebanyak 5.400 ekor
2.  Lele ukuran sedang : Ada 37%  atau sebanyak 13.320 ekor
3.  Lele ukuran besar : ada  48%  atau sebanyak 17.280 ekor

Setelah Pak Untung mengetahui data tersebut, Beliau dapat dengan mudah menghitung FCR ternak ikan lelenya, baik FCR keseluruhan dan FCR per kelompoknya.

Berikut cara menghitung FCR

A. FCR keseluruhan:

Berat awal ikan (3gram x 40,000 ekor) = 120 kg
Pakan total = 3.200 kg
Berat total setelah panen = 3.600 kg
FCR = 3.200 kg : (3.600 kg - 120 kg)
FCR = 3.200 kg : 3.480 kg
FCR = 0,92

B. Dan berikut cara menghitung FCR kelompok:
a. Berat awal benih lele
1.  Lele ukuran kecil : 5.400 ekor x 3gram / 1000 gram = 16,2 kg
2.  Lele ukuran sedang : 13.320 ekor x 3gram / 1000 gram = 39.96 kg
3. Lele ukuran besar : 17.280 ekor x 3gram / 1000 gram = 51,84 kg

b. Konsumsi pakan lele selama pemeliharaan
1.  Lele ukuran kecil : 3.200 kg x 15%  = 480 kg
2.  Lele ukuran sedang : 3.200 kg x 37% = 1.184 kg
3.  Lele ukuran besar : 3.200 kg x 48% = 1.536 kg

C. Berat lele saat panen
1.  Lele ukuran kecil : 3.600 kg x 15%  = 540 kg
2.  Lele ukuran sedang : 3.600 kg x 37% = 1.332 kg
3.  Lele ukuran besar : 3.600 kg x 48% = 1.728 kg

Maka
1. FCR lele ukuran kecil
FCR = 480 kg : ( 540 kg - 16,2 kg)
FCR = 480 kg : ( 524 kg)
FCR = 0,92

2. FCR lele ukuran sedang
FCR = 1.184 kg : ( 1.332 kg - 40 kg)
FCR = 1.184 kg : ( 1.292 kg)
FCR = 0,92

3. FCR lele ukuran besar
FCR = 1.536 kg : ( 1.728 kg - 52 kg)
FCR = 1.536 kg : ( 1.676 kg)
FCR = 0,92

Jadi semua FCR baik secara keseluruhan ataupun FCR kelompok masing masing ukuran lele adalah 0,92.

Gampang kan???



Awas jebakan FCR, FCR yang baik adalah 1:1 artinya dibutuhkan 1 kg pakan yang sesuai dengan kebutuhan lele untuk menghasilkan 1 kg daging lele. Jika hitungan FCR Anda bisa di bawah satu itu lebih baik lagi, tetapi harus diperhatikan KUALITAS pakan itu sendiri, Untuk memicu pertumbuhan lele agar cepat besar KUALITAS pakannya juga harus di perhatikan,

Oleh karenanya mengetahui nutrisi, yang dibutuhkan oleh lele di setiap fase atau umur sangatlah penting terutama kandungan PROTEINnya, berikut kebutuhan protein di setiap fase lele:

Agar pertumbuhan lele pesat, pakan yang diberikan harus memenuhi standar gizi yang di butuhkan lele. Nutrisi pakan juga dibagi berdasarkan kelompok umur dan ukuran

1. Pakan untuk larva, pakan untuk larva sebaiknya kandungan proteinnya lebih dari 40%.

2. Pakan untuk benih, pakan untuk benih sebaiknya kandungan proteinnya minimal 36%.

3. Pakan untuk pembesaran, pakan untuk pembesar sebaiknya kandungan proteinnya minimal 30% - 33%

Akan tetapi di samping 3 hal nutrisi pakan di atas ada salah satu pakan yang di rekomendasi untuk ikan lele seperti pakan yang protei 28%-30%.Pakan ini di ciptakan untuk menekan cost biaya dalam pemeliharan lele.Kenapa demikian?Ikan lele di pasaran harga selalu fluktuatif sehingga kadang sering petani di rugikan...
Sayya akan share data panen yang murni menggunakan pakan ikan sabas di bawah ini...semoga artikel ini bisa bermanfaat buat kita semua..
DATA PANEN ASLI DI LAPANGAN DENGAN PAKAN IKAN SABAS PROTEIN 30%-33%

sementara untuk hasil pakan yang dengan memakai protein 28-30% adalah sebagai berikut sebagai data yang murni kita kumpul dari lapangan.



NB.DATA PAKAN DI ATAS SUDAH TIDAK BERLAKU SAAT INI DI KARNAKAN HARGA PAKAN NAIK TINGGI

Untuk informasi harga pakan yang terupdate silahkan hubungi team marketing kita di sini
0852-9617-7777 Albert Freddy


Apa akibatnya jika lele yang dipelihara, diberikan pakan yang kandungan proteinnya tidak sesuai memenuhi kebutuhan perkembangan lele??? Yang pasti lelenya tidak akan berkembang sesuai dengan harapan Anda.Silahkan anda pelajari data panen yang ada di atas.Semoga bisa bermanfaat buat kita semua



Terimakasih