Secara
terminology BIO-FLOC berasal dari dua suku kata yaitu “bio” yang
berarti biologi atau hidup dan “floc” yang berarti gumpalan. BIO-FLOC
adalah flok atau gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekumpulan
mikroorganisme hidup yang melayang-layang di air.
Teknologi
BIO-FLOC adalah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme
yang membentuk flok. Aplikasi BFT (Bio Floc Technology) banyak
diaplikasikan di system pengolahan air limbah industry dan mulai
diterapkan di system pengolahan air media aquakultur.
Disini saya akan sharing sedikit pengalaman apa yang saya pelajari dari lapangan khusunya BIO-FLOC untuk pemeliharan ikan lele di kolam terpal dengan Diameter 2.
Sebelum sampai kesana ada baiknya kita simak tentang biofloc itu sendiri.Bagaimana dan seperti apa ?
Biofloc sendiri tersusun dari beberapa komponen yaitu : exopolisakarida,bakteri pembentuk flok dan bakteri siklus fungsional.
Exopolisakarida
adalah senyawa polisakarida yang dihasilkan oleh bakteri pembentuk
flok. Exopolisakarida ini bersifat seperti “glue”atau “lem” yang menjadi
tempat penempelan bakteri menjadi satu kesatuan bioflok. Tidak semua
bakteri mampu menghasilkan exopolisakarida ini, hanya bakteri tertentu
saja yang mampu menghasilkan exopolisakarida ini.
Bakteri penghasil
exopolisakarida ini merupakan bakteri pembentuk inti flok, dan disebut
sebagai Floc Forming Bacteria (bakteri pembentuk flok). Beberapa bakteri pembentuk floc yang sudah teruji diaplikasikan dilapangan adalah Achromobacter liquefaciens, Arthrobacter globiformis, Agrobacterium tumefaciens, Pseudomonas alcaligenes,Z oogloea ramigera.
Dalam proses biofloc ini inti paling utama adalah treatment air.Dimana air kita memerlukan oksigen.Bakteri ini bisa hidup dengan adannya okisgen.
Bio-floc
di alam umumnya terdiri dari 5 jenis bakteri atau lebih, minimal satu
atau lebih merupakan bakteri pembentuk flok (penghasil exopolisakarida)
dan bakteri yang lain dapat merupakan bakteri siklus fungsional yang
berfungsi dalam siklus bioremediasi dan nutrisi. Formasi bioflok ini
terbentuk tidak secara tiba-tiba, tapi terbentuk dalam kondisi
lingkungan tertentu.
Factor
yang mempengaruhi system bioflok adalah N/P rasio dan C/N rasio. N/P
rasio dan C/N rasio harus diatas 20. Semakin besar N/P rasio dan C/N
rasio maka flok yang terbentuk akan semakin baik. Untuk mengatur N/P
rasio jalan terbaik adalah memperbesar N atau memperkecil P, untuk
memperbesar N dilingkungan tambak tidak mungkin dilakukan karena
menambah ammonia dalam tambak akan membahayakan udang, jalan terbaik
adalah memperkecil P dengan cara mengikat phosphate. Sedangkan untuk
mengatur C/N rasio dilakukan dengan cara memperbesar C dengan penambahan
unsure karbon organic, misalnya molasses. Didalam pakan itu sendiri
sebenarnya sudah ada unsure C yaitu karbohidrat dan lemak, namun
rasionya tidak mencukupi untuk mencapai C/N rasio diatas 20.
System bioflok dapat meminimalkan ganti air karena dalam bioflok terdapat proses siklus “auto pemurnian air” (self purifier)
yang akan merubah sisa pakan dan kotoran, gas beracun seperti ammonia
dan nitrit menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Dengan meminimalkan
ganti air maka peluang masuknya bibit penyakit dari luar dapat
diminimalkan. Ganti air biasanya hanya dilakukan untuk mengganti air
yang menguap atau perembesan.
System
bioflok lebih stabil dibandingkan dengan system probiotik biasa
dikarenakan bioflok merupakan bakteri yang tidak berdiri sendiri,
melainkan berbentuk flok atau kumpulan beberapa bakteri pembentuk flok
yang saling bersinergi. Sedangkan system probiotik biasa bakteri yang
ada ditambak merupakan sel-sel bakteri yang berdiri sendiri secara
terpisah di air, sehingga apabila ada gangguan lingkungan atau gangguan
bakteri lain maka bakteri akan cepat kolaps.
Dalam budidaya ikan lele secara Bio Floc di harapan bisa menghemat pakan kurang lebih 10-30 % dari pemberian pakan.Tapi tetap kita kembali untuk pertumbuhan yang maksimal di perlukan pakan yang kualitas nya sudah teruji tentunya.Saya sangat menyarankan untuk memakai pakan merek PT.Sabas Indonesia karna saya sudah membuktikan dengan hasil yang memuaskan tentunya.Untuk kode pakan yang saya sarankan adalah kode 181-2 dengan kadar protein 30-33%

No comments:
Post a Comment